6 Kriteria Usaha yang Layak di Waralabakan

Sedang memuat 6 Kriteria Usaha yang Layak di Waralabakan...

Bisnis waralaba atau Franchise merupakan bisnis dengan sistem kemitraan. Banyak pebisnis yang menggunakan sitem waralaba dalam mengembangkan usaha mereka. Akan tetapi ada beberapa kriteria usaha yang layak untuk diwaralabakan berdasarkan peraturan menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2008. Apa saja kriteria tersebut? simak ulasan lengkapnya dibawah ini.

Kriteria Usaha yang Layak di Waralabakan

Apabila Anda mempunyai usaha yang sudah berjalan bertahun-tahun dan ingin mengembangkan pasar serta memperluas jaringan, maka salah satu caranya adalah dengan menawarkan kemitraan sistem waralaba. Anda bisa mengundang investor sebanyak-banyaknya untuk bekerjasama menjalankan bisnis waralaba ini. Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua usaha yang sudah berjalan bisa langsung menawarkan waralaba. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha agar bisnisnya bisa dijalankan dengan sistem waralaba.

6 Kriteria Usaha yang Layak di Waralabakan

Jika anda ingin mengembangkan usaha dengan sistem kemitraan, Berikut ini beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar suatu usaha bisa diawaralabakan menurut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2008 Tentang Waralaba:

1. Memiliki ciri khas usaha

Suatu waralaba harus memiliki ciri khas sendiri dibanding waralaba sejenis. Usaha yang memiliki ciri khas tentu lebih dilirik dan diminati oleh konsumen. Oleh karena itu jika anda ingin mengembangkan bisnis anda dengan sistem kemitraan atau waralaba maka bisnis anda harus memiliki ciri khas tersendiri meskipun produk bisnis anda sama dengan produk waralaba lainnya. Selain memenuhi kriteria ciri khas tentunya menjadi nilai tambah terhadap usaha yang anda jalankan.

2. Terbukti sudah memberikan keuntungan

Suatu usaha yang ingin diwaralabakan harus sudah terbukti berhasil dan memberikan keuntungan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Agar tidak merugikan calon pembeli waralaba, pelaku usaha tidak diperkenankan membuka waralaba bagi usaha yang keuntungannya belum bisa dibuktikan secara nyata.

3. Memiliki standar atas pelayanan dan barang dan/atau jasa yang ditawarkan yang dibuat secara tertulis

Usaha waralaba harus mempunyai standar baku, sistem bisnis yang prosedural dan bisa dijalankan oleh pembeli waralaba. Standar pelayanan ini harus dinyatakan secara terlulis. Dengan kata lain, pewaralaba harus mempunyai panduan tertulis sebagai pedoman yang bisa diikuti oleh terwaralaba.

4. Mudah diajarkan dan diaplikasikan

Usaha yang layak diwaralabakan adalah usaha yang mudah diajarkan dan diterapkan oleh siapapun dimanapun. Artinya terwaralaba bisa menduplikasikan usaha dengan mudah dan diaplikasikan di wilayah yang ditempati.

5. Adanya dukungan yang berkesinambungan

Pewaralaba tidak hanya menjual merk dagang dan hak dagang saja, tetapi juga harus menyertakan dukungan penuh secara kontinu kepada terwaralaba. Pewaralaba harus selalu siap memberikan bantuan teknis, bantuan manajemen dan pelatihan, pemasaran, serta tersedianya waktu untuk konsultasi.

6. Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang telah terdaftar

Ini adalah salah satu hal yang terpenting, yaitu mengenai Hak Kekayaan Intelektual. Suatu merk dagang yang ingin diwaralabakan, terlebih dahulu harus mendaftarkan merk dagangnya ke Pemerintah. Jangan sampai usaha waralaba yang sudah berjalan harus tersandung masalah hukum akibat penggunaan merk dagang dan jenis usaha yang menyalahi hak kekayaan intelektual.

Menurut Peraturan Menteri Perdagangan No. 31 Tahun 2008 tentang Waralaba, siapapun, baik individu atau badan usaha tidak boleh menggunakan istilah waralaba (franchise) untuk suatu kegiatan usaha yang tidak memenuhi kriteria diatas. Jadi jika Anda ingin mewaralabakan usaha, ada baiknya penuhi dulu kriteria atau prasyarat diatas sesuai peraturan pemerintah. Begitu pula bagi Anda yang sedang mencari bisnis waralaba, perhatikan poin-poin diatas, apakah usaha waralaba yang Anda incar sudah memenuhi kriteria minimal tersebut.

Kewajiban yang harus dipenuhi oleh Pewaralaba

Jika memang anda tertarik untuk merawalabakan usaha anda perlu dikatehui bahwa ada beberapa kewajiban yang harus dipenuhi oleh pewaralaba, diantaranya:

1. Pewaralaba harus memberikan prospektus penawaran waralaba kepada calon terwaralaba selambat-lambatnya dua minggu sebelum penandatanganan perjanjian waralaba. Prospektus ini ditulis dalam bahasa Indonesia, apalagi ditulis dalam bahasa asing, wajib diterjemahkan ke bahasa Indonesia

2. Harus ada perjanjian tertulis antara pewaralaba dengan terwaralaba. Perjanjian ini memiliki kedudukan hukum yang setara sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

Nah, itulah beberapa Kriteria Usaha yang Layak di Waralabakan, bagi anda yang memiliki bisnis sendiri dan ingin mengembangkannya melalui sitem kemitraan atau waralaba.

6 Kriteria Usaha yang Layak di Waralabakan | walawili | 4.5