7 Tips Memulai Usaha Wedding Organizer, Cari Untung Dari Indahnya Pernikahan

Sedang memuat 7 Tips Memulai Usaha Wedding Organizer, Cari Untung Dari Indahnya Pernikahan...

Banyak orang yang mencari keutungan bisnis dari indahnya pernikahan salah satunya adalah usaha Weding Orginizer. Saat ini telah banyak menjadikan Wedding organizer (WO) sebagai pilihan para pasangan untuk mengurus segala keperluan pernikahannya. Tak seperti jaman dahulu dimana urusan semua perlengkapan pernikahan selalu dikelola oleh keluarga mempelai dengan melibatkan tetangga dan atau keluarga terdekat.

7 Tips Memulai Usaha Wedding Organizer

Memang jaman telah berubah, saat ini wedding organizer semakin diminati oleh pasangan-pasangan muda untuk menciptakan konsep pernikahan yang unik sesuai impikan mereka. Maka tak heran apabila usaha ini masih cukup memiliki peluang bagus untuk digeluti.

Meski usaha wedding organizer terus bermunculan, namun karena permintaannya yang cukup tinggi, maka peluang masih terbuka lebar, apalagi bagi mereka yang memiliki tim kreatif yang mampu menciptakan konsep-konsep unik pernikahan, ia akan menjadi perusahaan yang bisa “tampil beda” jika dibanding dengan usaha sejenis lainnya.

Untuk dapat merintis usaha wedding organizer agar bisa berjalan lebih lancar, berikut ini kami sajikan 7 tips yang bisa dijadikan sebagai acuan untuk memulai usaha :

1. Tentukan jenis layanan usaha wedding organizer

Jenis layanan usaha wedding organizer disini merupakan sebuah produk pelayanan jasa pernikahan yang akan dijual ke pasaran. Untuk menjadi yang terbaik, maka dibutuhkan jenis layanan yang spesifik, memiliki pangsa pasar yang jelas, dan target konsumen yang nyata.

Sebagai usaha yang melayani perencanaan hingga eksekusi acara pernikahan, wedding organizer tentu tak akan pernah lepas dari kerjasama dengan berbagai pihak, khususnya dalam menyediakan berbagai kebutuhan alat, bahan dan juga sumber daya manusianya.

Memiliki partner kerja yang banyak dan profesional bisa menjadi modal berharga untuk memberikan layanan yang terbaik pada konsumen. Dengan memiliki jaringan yang luas tentu akan lebih mudah untuk membuat berbagai paket penawaran harga. Misalnya saja, untuk kebutuhan gedung pernikahan setidaknya punya 5 titik lokasi yang berbeda, ada beberapa partner studio foto, kenal dengan banyak pengusaha katering, dan lain-lain.

Meski banyak orang membutuhkan jasa wedding organizer, namun akan lebih baik jika Anda menentukan segmen pasar yang akan ditembak secara tepat. Kemudian buat paket harga yang sesuai dengan segmen tersebut. Baca juga: 7 Kiat Sukses Merintis Usaha Katering Pernikahan

Dari segmen pasar yang telah ditentukan, kemudian buatlah beberapa target konsumen, misalnya target primer-nya adalah kedua mempelai, target sekunder orang tua mempelai, dan seterusnya. Semakin spesifik segmen dan target pasar yang disasar, maka kegiatan promosi biasanya akan lebih mudah dilakukan dan efektif.

2. Menentukan harga sesuai terget pasar yang dituju

Menentukan harga secara tepat pada usaha wedding organizer memang sangat diperlukan, harga yang dibuat haruslah disesuaikan dengan target pasarnya. Buatlah target pendapatan bisnis wedding organizer yang realistis agar usaha bisa berjalan dengan lancar dan berkembang. Dengan membuat target-target pendapatan ini maka secara tidak langsung juga akan dapat menentukan harga secara pas sesuai dengan konsumennya.

Pada dasarnya membuat usaha wedding organizer tidaklah membutuhkan modal sangat besar. Modal yang paling banyak dibutuhkan adalah modal jaringan atau relasi kerja, untuk itu ketahui semua harga yang ditawarkan oleh semua relasi kerja Anda.

Buatlah rincian daftar harga dari mereka, kemudian susun menjadi paket-paket harga sesuai kebutuhan. Dari sinilah Anda bisa mengetahui “harga belanja” jasa wedding organizer. Setelah harga belanja diketahui dan telah ditambah dengan berbagai biaya-biaya lainnya, selanjutnya bisa ditemukan modal yang dibutuhkan, dan dari sini Anda bisa menentukan harga jual yang akan ditawarkan pada konsumen.

3. Memilih lokasi usaha secara tepat

Sebagai sebuah usaha jasa, wedding organizer sebenarnya tidak membutuhkan tempat untuk kantor yang besar. Usaha ini bisa dirintis dari bentuk usaha kecil seperti usaha rumahan yang memanfaatkan rumah pribadi sebagai kantor.

Meskipun diawali dari rumah sendiri, namun harus tetap mempertimbangkan kemudahan akses bagi para calon klien. Usahakan kantor tersebut mudah ditemukan dan dijangkau, alamat mudah ditemukan baik di dunia nyata maupun dunia maya, dan pastikan kantor wedding organizer memiliki kontak yang mudah dihubungi.

Lokasi usaha yang ideal memang sebaiknya terpisah dengan rumah pribadi, untuk itu buatlah perencanaan yang matang sehingga dalam waktu yang ditentukan usaha ini bisa memiliki tempat yang mandiri, bisa dengan menyewa kantor, membeli ruko, atau membangun kantor baru.

4. Melakukan promosi secara intensif

Produk jasa wedding organizer tak akan diketahui oleh orang lain jika tak meakukan promosi. Sekecil apapun bentuk promosi harus dilakukan, baik promosi dari mulut ke mulut (word of mouth), dengan memanfaatkan jejaring sosial, maupun dengan membuat website perusahaan.

Ada banyak cara untuk mengenalkan jasa ini kepada publik yang lebih luas, selain dengan cara yang telah disebutkan tadi Anda juga bisa melakukan berbagai kerjasama dengan banyak komunitas, mengikuti pameran, membuat brosur, memasang iklan, membuat katalog produk jasa, membuat berbagai penawaran, dan lain sebagainya.

Secara lebih rinci, strategi untuk melakukan promosi bisa dipelajari tentang bauran promosi (promotion mix), strategi ini banyak digunakan oleh para pemasar untuk mempromosikan berbagai produk yang mereka buat.

5. Libatkan orang-orang yang kompeten

Suksesnya sebuah usaha memang tak akan bisa dilepaskan dengan orang-orang yang ada didalamnya. Untuk itulah dalam mengawali karier sebagai pengusaha wedding organizer setidaknya Anda haru selalu tampil prima, kreatif, dan selalu update pengetahuan terkait dengan usaha yang dijalankan.

Penampilan dan cara berkomunikasi yang baik bisa menjadi modal awal untuk terjun di bisnis wedding organizer ini. Dengan modal tersebut Anda bisa mengembangkan jaringan untuk melakukan berbagai kerjasama usaha dan untuk mendapatkan klien pertama Anda.

Sebagi perintis usaha wedding organizer memang dituntut bisa melakukan berbagai bidang pekerjaan sekaligus. Ia harus bisa menjadi perunding yang hebat saat melakukan kerjasama dan promosi, cermat dalam memegang manajerial usaha, ahli dalam mengelola keuangan, dan lain-lain. Setelah usaha berjalan, beberapa tugas yang sebelumnya dilakukan sendiri bisa didelegasikan ke orang lain.

Memang menjalankan usaha wedding organizer bisa Anda pikirkan sendiri, namun segalanya tak mungkin dilakukan seorang diri jika usaha ingin berkembang pesat. Untuk itulah carilah rekan kerja untuk membantu kelancaran usaha ini. Rekan kerja bisa diawali dari keluarga sendiri, teman, atau siapapun yang bisa dipercaya dan memiliki kemampuan/kompetensi sehingga usaha dapat berjalan lebih mudah.

Melibatkan orang-orang yang kompeten memang wajib hukumnya jika wedding organizer dirintis ingi maju lebih cepat. Dengan melibatkan orang yang berkompeten tentu hasil pekerjaan bisa lebih maksimal, kepercayaan klien meningkat, dan bisa meningkatkan omset perusahaan. Baca juga: 15 Peluang Usaha Acara Pernikahan yang Menjanjikan

6. Peralatan lengkap untuk memperlancar pekerjaan

Merintis usaha apapun memang akan selalu membutuhkan sarana-prasarana yang menunjang agar usaha bisa berjalan lebih lancar. Untuk itulah pikirkan secara matang dan miliki berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha wedding organizer ini.

Secara sederhana, beberapa kebutuhan peralatan yang harus dimiliki oleh wedding organizer diantaranya misalnya berbagai peralatan kantor, peralatan dokumentasi, peralatan untuk kegiatan promosi, dan transportasi.

Sedangkan poeralatan yang terkait dengan acara pernikahan pihak wedding organizer bisa menyerahkan sepenuhnya kepada vendor yang diajak kerjasama. Meski sepenuhnya diserahkan vendor, sebagai pihak yang bertanggung jawab wedding organizer juga perlu memastikan semua peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan sesuai dengan harapan.

7. Manajemen usaha yang baik

Dalam usaha apapun, manajemen memiliki peranan penting dalam kemajuan sebuah usaha. Semakin baik manajerial usaha maka bisa dipastikan akan semakin sehat perusahaan tersebut.

Tak terkecuali pada usaha wedding organizer, pengelolaan berbagai sumberdaya yang ada dalam usaha ini perlu direncanakan secara matang, diorganisir secara rapi, dilaksanakan dengan sebaik mungkin dan secara rutin harus dilakukan evaluasi kerja di setiap bidang pekerjaan.

Sebagai usaha jasa wedding organizer usahakan dapat menciptakan pengalaman-pengalaman berharga dan unik untuk lien Anda. Apabila banyak klien yang puas dengan layanan Anda, bisa dipastikan usaha akan mampu berkembang dan lebih maju ditengah-tengah persaingan yang ketat ini.

Nah, bagaimana apakah anda tertarik juga dan ingin merintis usaha wedding Orginizer di tempat anda. mudah-mudahan tips diatas bermanfaat terutama buat anda yang masih pemula. Selamat Mencoba dan Selamat berkarya. Salam SUkses!

7 Tips Memulai Usaha Wedding Organizer, Cari Untung Dari Indahnya Pernikahan | walawili | 4.5